homescontents
homescontents

Merantau dari Sumatera Selatan, Fitri Almuharomah Sukses Jadi Wisudawan Tahfidz UIN KHAS Jember

Home >Berita >Merantau dari Sumatera Selatan, Fitri Almuharomah Sukses Jadi Wisudawan Tahfidz UIN KHAS Jember
Diposting : Selasa, 21 Apr 2026, 19:43:20 | Dilihat : 91 kali
Merantau dari Sumatera Selatan, Fitri Almuharomah Sukses Jadi Wisudawan Tahfidz UIN KHAS Jember


Media Center FTIK - Momen Wisuda Sarjana ke-76, Magister ke-57, dan Doktor ke-33 UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember yang digelar pada Selasa (21/04/2026) di Gedung Kuliah Terpadu, menyisakan cerita inspiratif. Di antara ratusan wisudawan, sosok Fitri Almuharomah, mahasiswi Program Studi Tadris IPS, menarik perhatian setelah dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan Wisudawan Tahfidz 30 Juz.

Keberhasilan Fitri menjadi bukti nyata prestasi perempuan yang bertepatan dengan momen peringatan Hari Kartini. Gadis kelahiran Desa Suka Menang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan ini, berhasil membuktikan bahwa jarak geografis dan tantangan akademik bukanlah penghalang untuk mencapai prestasi tertinggi di bidang spiritual.

Merantau demi Ilmu

Fitri merupakan putri dari pasangan Bapak M. Wahyudi, seorang petani, dan Ibu Siti Yubaidah. Ia berasal dari Desa Suka Menang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Keputusannya untuk merantau jauh ke Jawa bukan tanpa alasan. Keinginan kuat untuk menimba ilmu di perguruan tinggi Islam di tanah Jawa membawanya berlabuh di UIN KHAS Jember.

"Dulu saya punya motivasi kuat untuk kuliah di Jawa. Ada jalan terbuka melalui saran seorang ustadzah di pondok pesantren saya sebelumnya yang mengenal seorang dosen di UIN KHAS Jember. Alhamdulillah, saya diterima, dan ini adalah rezeki yang luar biasa bagi saya," kenang Fitri.

Perjuangan Menjaga Hafalan di Tanah Rantau

Perjalanan Fitri menghafal Al-Qur’an bukanlah perjalanan yang mulus. Ia memulai program hafalan sejak menempuh pendidikan Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Al-Falah, Sumatera Selatan pada tahun 2016, dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2020.

Namun, tantangan sesungguhnya hadir saat ia melanjutkan studi di Jember pada 2021. Sambil berkuliah, Fitri kembali mondok di PTQ Darul Istiqomah dan memulai kembali setoran hafalannya dari nol.

"Proses menghafal tentu tidak mudah. Ada kalanya sangat lelah dan diuji rasa malas untuk muroja'ah. Namun, saya selalu ingat pesan Ibu Nyai bahwa hafalan Al-Qur’an itu hanya dua pilihan: menjadi rahmat, atau menjadi laknat jika kita mengabaikannya. Motivasi itulah yang membuat saya berjanji untuk selalu menjaga hafalan hingga akhir hayat," tuturnya dengan haru.

Prinsip Perjuangan dan Cita-Cita Masa Depan

Memegang teguh motto hidupnya, "Jika aku tidak memperjuangkan hal-hal yang aku inginkan, hanya penyesalan yang tersisa bagiku," Fitri berhasil menyelesaikan studinya dengan baik sekaligus menjaga hafalannya.

Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana, Fitri memiliki target besar dalam hidupnya. Ia berencana untuk bekerja terlebih dahulu sembari memantapkan kembali bacaan dan pemahamannya terhadap isi Al-Qur'an. Ke depannya, ia bercita-cita untuk melanjutkan studi ke jenjang S2.

Dekan FTIK UIN KHAS Jember, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si., turut bangga atas capaian tersebut. "Fitri adalah bukti bahwa jarak dan keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Mahasiswi asal Sumatera Selatan ini telah memberikan inspirasi bahwa pendidikan IPS tidak hanya melatih daya kritis terhadap fenomena sosial, tetapi juga harus dibarengi dengan fondasi spiritual yang kokoh," ungkap Dekan.

(Evi R. Dianita/Tim Data dan Informasi)

;