homescontents
homescontents

Dekan FTIK UIN KHAS Jember Tekankan Penguatan Mutu Laboratorium dan Wacana Pembukaan Prodi Baru pada Rakerpim 2026

Home >Berita >Dekan FTIK UIN KHAS Jember Tekankan Penguatan Mutu Laboratorium dan Wacana Pembukaan Prodi Baru pada Rakerpim 2026
Diposting : Rabu, 29 Apr 2026, 10:09:33 | Dilihat : 93 kali
Dekan FTIK UIN KHAS Jember Tekankan Penguatan Mutu Laboratorium dan Wacana Pembukaan Prodi Baru pada Rakerpim 2026


Media Center FTIK - Melanjutkan rangkaian Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember tahun 2026, sesi malam hari pertama di Kalibaru Cottages Hotel, Selasa (28/04), menjadi ajang evaluasi mendalam bagi tata kelola kelembagaan. Setelah paparan dari Wakil Rektor 3, Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si., memimpin jalannya rapat dengan menyampaikan poin-poin krusial terkait peningkatan mutu dan pengembangan fakultas.

Rakerpim ini dihadiri secara lengkap oleh jajaran pimpinan dekanat, ketua dan sekretaris jurusan, hingga 11 koordinator program studi, staf akademik, serta pengelola jurnal di lingkungan FTIK.

Respons Kebutuhan Zaman: Rencana Prodi BKPI

Salah satu poin paling strategis yang disampaikan oleh Dekan adalah rencana pembukaan program studi baru. Berdasarkan survei kebutuhan yang telah dilakukan dengan berbagai lembaga mitra, FTIK kini tengah melakukan pendalaman dan perencanaan serius untuk mendirikan Prodi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI).

"Langkah ini merupakan bentuk respons kita terhadap kebutuhan pasar dan lembaga pendidikan mitra yang memerlukan tenaga profesional di bidang konseling Islam," ujar Dr. Abdul Mu’is.

Investasi Fasilitas dan Penelitian Kolaboratif

Dalam hal sarana prasarana, Dekan menyoroti tantangan kelengkapan fasilitas kampus yang harus terus dipacu agar mampu bersaing dengan kampus lainnya. Sebagai langkah konkret, FTIK telah mengalokasikan dana lebih dari Rp1 Miliar khusus untuk memenuhi kebutuhan Laboratorium Terpadu.

Selain infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia melalui riset juga menjadi prioritas. FTIK menganggarkan penelitian kolaboratif sebanyak 12 judul yang melibatkan dosen dan mahasiswa. "Kita harus menjaga konsentrasi pada riset dan publikasi. Saat ini, kita patut bangga atas capaian tiga jurnal FTIK—Genius, MASS, dan JIER—yang telah meraih predikat SINTA 3," tambahnya.

Internasionalisasi Mahasiswa dan Budaya Profesional

Dekan juga memberikan instruksi khusus kepada para Koordinator Program Studi (Koorprodi) untuk memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran. Hal ini didukung dengan adanya anggaran khusus untuk penguatan mutu dosen guna menjamin kualitas akademik yang konsisten.

FTIK juga berencana memperluas jangkauan program Asistensi Mengajar di Luar Negeri. Jika sebelumnya program ini sukses dilaksanakan di Thailand, maka pada tahun 2026 FTIK menargetkan Malaysia sebagai destinasi baru untuk menjajal kompetensi mahasiswa di kancah internasional.

Sebagai upaya memperkuat identitas calon pendidik, Dekan juga menggagas gerakan budaya berpakaian sopan. "Perlu kita mulai gerakan satu hari berpakaian ala guru. Tujuannya agar tumbuh budaya profesional dalam berpenampilan. Kita akan gunakan pendekatan persuasif dan kesepakatan bersama mahasiswa untuk membentuk karakter ini," tegas beliau.

"Setiap prodi juga harus lebih terbuka terhadap keluhan mahasiswa. Kita harus menyiapkan saluran komunikasi yang efektif agar setiap aspirasi dapat ditindaklanjuti dengan cepat," tambahnya.

Melalui evaluasi dan perencanaan anggaran yang matang ini, Dekan FTIK berharap seluruh jajaran pimpinan dapat bersinergi untuk mewujudkan fakultas yang lebih kompetitif, bermutu, dan berkarakter di tahun 2026.

(Evi R. Dianita/Tim Data dan Informasi)

;